Cache Plugin WordPress

Apakah Anda menggunakan WordPress sebagai platform web anda? dan ingin mempercepat loadingnya?

Karena semakin cepat prosess loading halaman web, semakin baik pula respon bagi pengunjung web anda setidaknya mereka tidak perlu menunggu lama untuk memperoleh informasi dari web anda, dan bila itu terjadi pada web anda solusinya anda memerlukan sebuah cache wordpress plugin.

Lalu bagaimana cara kerja sebuah cache plugin Wordpress?

Cache menghasilkan salinan halaman web Anda dan menyimpannya dalam server anda sebagai file statis (yaitu sebagai dokumen HTML) dan / atau query database cache. Setelah itu, bila pengunjung situs tiba di halaman tertentu, server memberi mereka halaman cache dan query database, sehingga mempercepat waktu respon halaman dan berpotensi mengurangi sumber daya server yang diperlukan untuk menghasilkan dan melayani web halaman.

Untuk pengguna WordPress, cara termudah dan tercepat untuk menerapkan sistem caching adalah dengan menggunakan plugin WordPress.

Ada beberapa Cache plugin WordPress yang sangat dianjurkan dan paling populer diantaranya adalah:

1. DB Cache Reloaded Fix

DB Cache Reloaded Fix adalah versi modifikasi dari DB Cache Reloaded, cocok untuk WordPress 3.1. DB Cache Reloaded Fix mempunyai target sasaran pada query MySQL database anda untuk mengoptimalkan kecepatan situs.

DB Cache

2. Quick Cache

Quick Cache adalah plugin caching WordPress  hasil karya Tema Primo. Plugin ini mudah digunakan dan itu merupakan salah satu nilai jual tersendiri. Tampilan pada admin sendiri menguraikan setiap opsi dengan detail didalamnya sehingga Anda tahu persis mana yang harus dipilih atau tidak dari setiap opsi yang ditawarkan. Dan di dalam setiap opsi terdapat pilihan recommended setting sebagai acuan dalam penyetelan.

Quick Cache

3. Hyper Cache Extended

Plugin ini menawarkan berbagai fitur, seperti caching 404 error page, dukungan untuk perangkat mobile, dan berbagai pilihan kompresi.

Untuk dukungan perangkat mobile, saya mencoba di situs pengujian saya menggunakan smartphone dengan menjalankan Opera Mini, dan situs dimuat dalam sekejap dari perangkat mobile ini (hampir tiga kali secepat sebelumnya.)

Hyper Cache Extended

4. WP Super Cache

WP Super Cache menampilkan halaman HTML statis untuk sebagian besar pengunjung website Anda. Para pengembang Plugin mengklaim bahwa jika website Anda mempunyai jumlah lalu lintas yang besar dan Anda berada pada sebuah web server underpowered, plugin ini bekerja sangat memuaskan.

WP Super Cache

5. W3 Total Cache

W3 Total Cache adalah yang paling dikenal dalam Plugin caching untuk WordPress. Plugin ini digunakan oleh beberapa blog WordPress dengan jumlah pengunjung yang besar seperti Mashable dan Smashing Magazine.

W3 Total Cache mengklaim bahwa blog Anda dapat dimuat 10 kali lebih cepat. Plugin ini juga menawarkan sejumlah pilihan dan menyediakan fitur optimasi situs lain seperti source code minification dan integrasi dengan jaringan pengiriman konten (CDN).

Kelemahannya mungkin Anda tidak nyaman dengan tampilan panelnya (membingungkan bagi pemula)

 Cache Plugin WordPress

 

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

2 Komentar

  1. saya terkadang juga pake, namun sebenarnya kalo dirasakan jadi gak fresh karena tampilannya hanya rekaman dari halaman yang sudah ditandai sebelumnya.

    meski bisa juga didelete cache atau juga juga disetel tiap kali ada update – otomatis cache terhapus, namun rasanya juga percuma, apalagi kalo dari server hostingnya sendiri juga sudah lambat.

    kalo trafiknya tinggi perlu juga plugin cache, tapi kalo untuk nembak keyword atau bener-bener seo malah jadi susah.

  2. W3 Total Cache + cloudflare = perfect

Tinggalin Pesan

Tenang bro Email aman, ga ane publish >>>Wajib di isi yang ada tanda *

*