Varnish Cache

Varnish Cache adalah sebuah aplikasi open source untuk web akselerator disebut sebagai akselerator HTTP atau HTTP caching proxy reverse, yang diperuntukan untuk situs yang mempunyai trafik yang sibuk yang secara signifikan dapat meningkatkan kinerja situs web tersebut. Varnish dapat diinstal sebagai front end untuk setiap server yang melayani permintaan HTTP dan mengkonfigurasinya untuk cache sebuah halaman. dan dapat membuat website Anda benar-benar cepat dan mempercepat kinerja situs web Anda sampai dengan 300 – 1000x (berarti 80% atau lebih), tergantung pada arsitektur sistem anda.

Ko bisa ya? cara kerjanya Varnish Cache bagaimana ya?

Varnish cacheKetika pengguna mengunjungi situs web pertama kalinya, Varnish Cache akan menyimpan salinan dari halaman yang disajikan, dan ketika pengguna mengunjungi kembali halaman yang sama lagi, maka akan diberikan salinan halaman yang disimpan bukan permintaan ulang (re-load) halaman dari server web. Dengan cara ini meningkatkan kinerja dan skalabilitas website Anda dan juga mampu menangani lalu lintas tinggi dan juga menghemat bandwidth server Anda tentunya.

Panduan ini ditujukan bagi mereka administrator server web yang ingin menginstal Varnish Cache pada sistem Linux mereka. Administrator harus memiliki pengetahuan dasar tentang cara mengkonfigurasi dan menginstal pemahaman server web dan sedikit protokol HTTP.

Varnish Cache didistribusikan di bawah EPEL (Extra Packages Enterprise Linux) paket repository. Tapi, EPEL memungkinkan untuk mendistribusikan versi baru saja dan tidak mendistribusikan perubahan kompatibelnya. Versi terbaru tidak tersedia di bawah repository EPEL. Jika Anda mencari versi terbaru dari Varnish, maka saya sebaiknya Anda menggunakan repository yang disediakan dari varnish-cache.org.

Untuk menambah dan mengaktifkan repository Varnish jalankan perintah berikut :

  • RHEL/CentOS/Fedora
  • Debian
  • Ubuntu
# wget http://repo.varnish-cache.org/redhat/varnish-3.0/el5/noarch/varnish-release-3.0-1.noarch.rpm
# rpm --nosignature -i varnish-release-3.0-1.noarch.rpm

Selanjutnya jalankan perintah ini :

# yum install varnish
# wget http://repo.varnish-cache.org/debian/GPG-key.txt 
# apt-key add GPG-key.txt 
# echo "deb http://repo.varnish-cache.org/debian/ squeeze varnish-3.0" >> /etc/apt/sources.list
# apt-get update

Selanjutnya jalankan perintah ini :

# apt-get install varnish
# # wget http://repo.varnish-cache.org/debian/GPG-key.txt 
# apt-key add GPG-key.txt 
# echo "deb http://repo.varnish-cache.org/ubuntu/ precise varnish-3.0" | sudo tee -a /etc/apt/sources.list
# sudo apt-get update

Selanjutnya jalankan perintah ini :

# sudo apt-get install varnish

Untuk menjalankan Varnish Cache lakukan perinta berikut :

# /etc/init.d/varnish start

 

Konfigurasi Varnish Cache untuk Apache

1. Edit konfigurasi Varnish

nano /etc/default/varnish

Cari dan temukan baris berikut di dalam “Alternative 2″:

DAEMON_OPTS=”-a :6081 \
-T localhost:6082 \
-f /etc/varnish/default.vcl \
-S /etc/varnish/secret \
-s malloc,256m”

Tampak seperti gambar dibawah ini :

Varnish Cache

 

lalu rubah menjadi settingan di bawah ini:

DAEMON_OPTS=”-a :80 \
-T localhost:6082 \
-f /etc/varnish/default.vcl \
-S /etc/varnish/secret \
-s malloc,256m”

varnish-edit-port80

kemudian simpan dan keluar dari editor nano

2. Set backend server

Lokasi file kondigurasi ada di  /etc/sysconfig/varnish (RHEL/CentOS/Fedora) dan /etc/default/varnish (Ubuntu dan Debian). dan lokasi file VCL ada di /etc/varnish/default.vcl

nano /etc/varnish/default.vcl

backend default {
.host = “127.0.0.1”;
.port = “80”;
}

lalu rubah menjadi settingan seperti di bawah ini :

backend default {
.host = “127.0.0.1”;
.port = “8080”;
}

varnish-setup-backend

Varnish dan Apache sudah di setup dengan varnish berjalan pada port 80 dan server apache berjalan pada port 8080

3. Setting Port

Melalui langkah di bawah ini kita akan memastikan bahwa Varnish dan Apache tidak akan berjalan pada port yang sama yaitu port 80.

Langkahnya yaitu edit port apache :

Edit ports.conf

nano /etc/apache2/ports.conf

Temukan “NameVirtualHost” dan “Listen” yang seperti settingan dibawah :

NameVirtualHost *:80

Listen 80

Rubah menjadi :

NameVirtualHost *:8080

Listen 8080

4. Edit VirtualHost untuk Domain anda

nano /etc/apache2/sites-available/default

kemudian cari baris berikut :

<VirtualHost *:80 >

dan rubah menjadi :

<VirtualHost *:8080 > atau <VirtualHost 127.0.0.1:8080 >

varnish-edit-hostsfile

lakukan restart caching antara Apache dan Varnish services.

  • RHEL/CentOS/Fedora
  • Ubuntu/Debian
# service httpd restart
# service varnish restart
# service apache2 restart
# service varnish restart

varnish-restart

Lakukan langkah berikut untuk verifikasi bahwa varnish telah berjalan :

# curl -I http://www.dhansz.com

HTTP/1.1 200 OK
Server:  Apache/2.2.15 (CentOS) DAV/2 PHP/5.4.24
X-Powered-By: PHP/5.4.24
Vary: Accept-Encoding
Cache-Control: max-age=86400, must-revalidate
Content-Type: text/html; charset=UTF-8
Date: Tue, 06 Feb 2014 21:39:19 GMT
X-Varnish: 651634861
Age: 0
Via: 1.1 varnish
Connection: keep-alive

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Tinggalin Pesan

Tenang bro Email aman, ga ane publish >>>Wajib di isi yang ada tanda *

*